Indonesia-Raya
cipt. ; W.R. Supratman
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
motto
Bhinneka-Tunggal-Ika
____________________________
---------> meskipun ber-beda-beda,
namun tetap satu jua -- Indonesia.
____________________________
---------> meskipun ber-beda-beda,
namun tetap satu jua -- Indonesia.
SUMPAH-PEMUDA~28-10-1928
SUMPAH-PEMUDA
Kami Bangsa-Indonesia,
bertanah air satu,
tanah air Indonesia.
berbangsa satu,
bangsa Indonesia.
berbahasa satu,
Bahasa-Indonesia.
__________________
28-10-1928
Kami Bangsa-Indonesia,
bertanah air satu,
tanah air Indonesia.
berbangsa satu,
bangsa Indonesia.
berbahasa satu,
Bahasa-Indonesia.
__________________
28-10-1928
lagu-kebangsaan~Indonesia-Raya
Jumat, 10 September 2010
Kol.Adjie--AU~kritik-SBY
Kol.Adjie--AU~kritik-SBY
Kolonel Adjie: Dipensiunkan?
Nggak Masalah
Republika-Rabu, 8 September
[Kolonel Adjie: Dipensiunkan? Nggak Masalah]
Kolonel Adjie: Dipensiunkan? Nggak Masalah
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Kolonel Penerbang Adjie Suradji menyerahkan sepenuhnya kebijakan kontroversi tulisannya di sebuah harian nasional kepada TNI Angkatan Udara, termasuk sanksi pemecatan.
Dihubungi di Jakarta, Selasa, ia mengatakan,
"Saya serahkan kepada institusi Angkatan Udara. Mau dipensiunkan pun saya enggak masalah."
Adjie dalam perbincangan sangat singkat, juga mengakui, dirinya tengah tersangkut masalah hukum dengan institusi tempatnya bernaung selama ini. Ia mengaku sudah mendapat teguran dari TNI Angkatan Udara. Namun, ia tidak mengurai lebih jauh soal teguran yang diterimanya.
Sebelumnya, tulisan Adjie di sebuah harian nasional bertajuk "Pemimpin, Keberanian, dan Perubahan", pada 6 September 2010 membuat institusi TNI berang.Tindakan perwira menengah itu dinilai melanggar kode-etik karena melakukan kritik terbuka terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang notabene adalah Panglima Tertinggi TNI.
Mabes TNI Angkatan Udara menegaskan, ide, pemikiran Kolonel Pnb Adjie Suradji tentang kritikan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bukan opini institusi melainkan pribadi yang bersangkutan.
Juru Bicara TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI Bambang Samoedro, menyatakan bahwa TNI Angkatan Udara memegang teguh UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI."Khususnya Pasal 2 yang memuat tentang jati diri, dimana salah satu klausulnya menyatakan bahwa TNI dilarang berpolitik praktis", katanya.
_____________________________________________
(sumber; Yahoo!news)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar